skripsi

Contoh Makalah Praktikum Pengukuran Debu

Dimana lagi kalau bukan unikbaca

Contoh makalah Praktikum Pengukuran Debu Total debu Contoh Laporan Praktikum Pengukuran Debu Total merupakan partikel padat yang terbentuk karena adanya kegiatan alami atau mekanik seperto penghalusan (grinding) penghancuran (cruhsing) , peledakan (blasting), pengayakan (shaking) atau pengeboran (drilling).Adanya partikel debu di tempat kerja dapat memberikan efek ketidak nyamanan dalam bekerja dan debu-debu dari jenis tertentu dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan tenaga kerja. Debu total terdiri dari bermacam-macam elemen dan senyawa dengan berbagai ukuran partikel, mulai dari ukuran yang terkecil sampai dengan ukuran 100 micron.
Secara Stationer Untuk Monitoring Area
Menggunakan Air Sampling Pump
I.    TUJUAN
Mengukur kadar debu sewaktu di udara tempat kerja statoner di PT. Adi Saputra tex
II.    ACUAN
SNI – 16-7058-2004
III.    DASAR TEORI
Debu merupakan partikel padat yang terbentuk karena adanya kegiatan alami atau mekanik seperto penghalusan (grinding) penghancuran (cruhsing) , peledakan (blasting), pengayakan (shaking) atau pengeboran (drilling).
Adanya partikel debu di tempat kerja dapat memberikan efek ketidak nyamanan dalam bekerja dan debu-debu dari jenis tertentu dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan tenaga kerja. Debu total terdiri dari bermacam-macam elemen dan senyawa dengan berbagai ukuran partikel, mulai dari ukuran yang terkecil sampai dengan ukuran 100 micron.
Pengukuran kadar debu total dilakukan dengan teknik gravimetri. Pengambilan sample (sampling) dilakukan pada zona pernafasan pekerja (breathing zone). Media sampling yang digunakan adalah filter yang bersifat hidrofobik dengan ukuran pori 0,5 micron (misalnya dari jenis PVC, fiberglass). Berat debu yang tersampling dibagi dengan volume udara saat pengambilan contoh dinyatakan sebagai kadar debu total di udara tempat kerja.
Untuk menghitung kadar debu total di tempat kerja selama 8 jam kerja/hari, digunakan rumus sebagai berikut:


Maksud dari monitoring area atau pengukuran secara stationer adalah untuk menegtahui tingkat paparan kontaminan tertentu pada lokasi spesifik. 
IV.PERALATAN DAN BAHAN
A.Peralatan
1.Dust sampler dilengkapi dengan pompa penghisap udara dengan kapasitas 5L/menit – 15 L/menit dan selang silikon atau selang teflon.

2.Timbangan analitik dengan sensitifitas 0,01mg.
3.Pinset
4.Desikator
5.Flowmeter
6.Tripod
7.Thermometer
8.Higrometer
9.Kaset holder

B.Bahan
1.Filter hidrofobik seperti Polyvinyl cholride atau fiberglass dengan ukuran pori 0,5 micron.
2.Kertal label

V.PROSEDUR KERJA
A.Tahap Persiapan
1.Filter yang diperlukan disimpan dalam desikator selama 24 jam agar mendapatkan kondisi stabil.
2.Filter kosong pada (5.A.1) di timbang sampai diperoleh berat konstan, minimal 3 kali penimbangan sehingga diketahui berat filter sebelum pengambilan contoh. Catat berat filter blanko dan filter contoh masing-masing dengan berat B1(mg), W1(mg). Masing-masing filter tersebut ditaruh dalam holder setelah diberi nomor (kode)
3.Filter contoh dimasukkan kedalm dust sampler holder dengan menggunakan pinset.
4.Pompa penghisap udara dihidupkan dan kalibarsi dengan kecepatan laju aliran udara 5L/menit - 15L/menit dengan menggunakan floemeter, (flowmeter harus dikalibrasi oleh laboratorium yang terkalibrasi), kalibrasi harus dilakukan sebelum sampling dan pada saat akhir sampling. Catat data kalibrasi masing-masing minimal 3 kali pembacaan.

B.Tahap Pelaksanaan
1.Dust sampler pada point (5.A.3) di atas dihubungkan dengan pompa penghisap udara dengan menggunkan selang silikon atau teflon.

2.Rangkaiana alat pada point (5.B.1) diletakkan pada titik pengukuran (di dekat tenaga kerja terpapar debu) dengan menggunkan tripod kira-kira setinggi zona pernfasan tenaga kerja.

3.Pipa penghisap udara di hidupkan dan melakukan pengambilan contoh dengan kecepatan laju aliran udara (flowrate) 10L/menit.

4.Lama pengambilan contoh dilakukan selama beberapa menit kami menggunkan 30 menit dalam melakukan pengukuran kali ini (tergantung pada kebutuhan, tujuan, dan kondisi di lokasi pengukuran.
5.Pengambilan contoh dilakukan 8 kali, bila durasi pengambilan contoh
selama (1) jam, dan (16) kali bila durasi pengambilan contoh selama 30 menit, dalam praktikum kali ini hanya dilakukan 3 kali di 3 tempat, karena hanya merupakan tahap, latihan.

6.Setelah selesai pengambilan contoh, alat dimatikan dan bagian luar holder dibersihkan untuk menghindari kontaminasi.

7.Filter dipindahkan dengan menggunakan pinset ke kaset filter dan setelah sampai di laboratorium dimasukkan ke dalam desikator selama 24 jam.

C.Tahap Analisa
1.Filter blanko sebagai pembanding dengan filter contoh ditimbang dengan menggunakan timbangan analaitik yang sama sehingga diperoleh berat filter blanko dan filter contoh masing-masing B2 (mg) dan W2 (mg).

2.Catat hasil penimbangan berat filter blanko dan filter contoh sebelum pengukukuran dan setelah pengukuran pada formulir.

D.Tahap Perhitungan
1.Kadar debu total di udara dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:


Dengan:
C: Kadar debu total di udara (mg/m3)
W2    : Berat filter contoh setelah pengambilan contoh (mg)
W1    : Berat filter contoh sebelum pengambilan contoh (mg)
B1    : Berat filter blanko setelah pengambilan contoh (mg)
B2    : Berat filter blanko sebelum pengambilan contoh (mg)
V    : Volume udara pada waktu pengambilan contoh (L)

2.    Kadar debu total selama 8 jam/ hari, dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

atau

Dengan:
TWA adalah Time Weighted Average (mg/m3)
C1 adalah Kadar debu total di udara pada contoh 1 saat waktu pengukuran ke (mg/m3)
C2 adalah Kadar debu total di udara pada contoh 2 saat waktu pengukuran ke 2      (mg/m3)
Cn adalah Kadar debu total di udara pada contoh 1 saat waktu pengukuran ke 1  (mg/m3)
T1 adalah waktu pengukuran jam ke 1 (hour)
T2 adalah waktu pengukuran jam ke 2 (hour)
Tn adalah waktu pengukuran jam ke n (hour)

E.Tahapan Pelaporan
1.Mengisi laporan teknis pada formulir yang telah di sediakan sebelumnya.
2.Membuat laporan tentang kadar debu total di udara yang dikur selama 8 jam kerja dengan kertas yang telah disediakan.

VI.ISI LAPORAN
A.Identifikasi   
Nama Perusahaan     : PT. xxx
Alamat Perusahaan     :
Jenis Perusahaan     : Pemintalan benang menjadi bahan kain/ Tenun
Tanggal pengukuran    :
Tanggal Analisa        :
Lokasi Pengukuran     :
Jumlah Tenaga Kerja    :
Kondisi pengukuran    :
- Cuaca    : Cerah/ Mendung/ Hujan
- RH    :
- Sk    :
- Sb        :
- Flowrate    : 10 L/ menit
- Waktu pengukuran :

B.Material/ Bahan
Jenis Filter        : PVC/ Fiberglass
Diameter Filter        :
Ukuran Pori Filter    :

C.Peralatan
Pompa peghisap udara (vacuum pump) kapasitas        :
Sensitivitas timbangan Analitis                :
Kapasitas Flowmeter                    :
Kondisi Desikator (RH)                    :
Flowrate rata – rata sebelum sampling            :
Flowrate rata – rata setelah sampling            :

D.Teknik pengukuran
Berdasarkan SNI 16 – 7058 – 2004

E.Penentuan waktu pengukuran
Ditentukan berdasarkan TLV – (Time Weighted Average (TLV-TWA)
Lama pengukuran    : Selama 8 jam kerja/ hari
Di sini karena hanya merupakan latihan dalam tehnik pengambilan sampel kami hanya melakukan 3 titik pengambilan, dan jumlah filter nya pun terbatas, serta waktu yang tidak memungkinkan untuk mengambil dengan jumlah 8 jam kerja, kami hanya sampling 3 titik setiap titik, dilakukan dengan 30 menit, yaitu di ruang tenun selatan tengah dan ruang pallet.

F.Hasil pengukuran
Kadar debu total di udara            :
Kadar debu total selama 8 jam kerja/ hari    :
Di sini kami tidak dapat melaporkan hasil yang signifikant terhadap praktikum kali ini, dikarena pengukuran tidak dilakukan dengan 8 jam sebagaimana mestinya, pengukuran dilkukan hanya untuk mengetahui cara kerja, dan bagai mana alat dust sampler bekerja, mengenal item-item yang ada di dust sampler, dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan untuk melakukan pengukuran selama 8 jam, dan 16 kali pengukuran
Adapun tiga titik yang di ukur yaitu:

1.Ruang Tenun selatan
Ruang ini dipilih karena aktivitas mesin tenun lumayan banyak dalam artian mesin dalam keadaan bekerja dan pekerja berada sekitar situ.
Hasil:
Filter kosong    : 0,1533 gram
Filter isi    : 0,1540 gram
Flowrate    : 10 L/ menit
Waktu        : 20 menit

2.Tenun tengah
Seperti halnya ruang tenun selatan ruang ini dipilih karena aktivitas mesin berjalan dan pekerja berada disekitar mesin.
Filter kosong    : 0,1550 gram
Filter isi    : 0,1555 gram
Flowrate    : 10 L/ menit
Waktu        : 20 menit

3.Ruang Pallet
Ruang pallet dipilih karena disini juga merupak tempat aktivitas yang banyak para pekerja sering menghidupkan mesit pallet untuk menggulung benang pada selongsong.
Filter kosong    : 0,1580 gram
Filter isi    : 0,1555gram
Flowrate    : 10 L/ menit
Waktu        : 20 menit

G.Interpretasi
Kami belum dapat menginterpretasikan hasil pengukuran dikarenakan, hasil pengukuran bukanlah hasil pengukuran yang akurat, dikarenakan pengukuran dilakukan hanya untuk kegiatan pembelajaran, dikarenakan waktu yang tidak memungkinkan untuk mengukur kapasitas debu secara keseluruhan selama 8 jam.