Menurut istilah (terminologis) 'aqidah' bererti 'kepercayaan', 'keyakinan' atau 'keimanan' yang mantap dan tidak mudah terurai oleh pengaruh mana pun sama ada dari dalam atau dari luar diri seseorang.
Pengertian aqidah dalam Al-Quran adalah keimanan kepada Allah SWT yakni mengakui kewujudan-Nya. Dari segi fungsinya Allah SWT sebagai Rabb (رب), Malik (ملك), dan Ilah (إله) seperti dapat dilihat dalam Surah Al-Fatihah ayat 1, 3, 4, Surah An-Nas ayat 1, 2, 3. Berdasarkan ayat di atas, Aqidah Islamiyah dapat disimpulkan dengan rumusan
Tauhid Rububiyah.
Tauhid Mulkiyah.
Tauhid Uluhiyah.
Aqidah Islamiyah
Aqidah Islamiyah adalah Iman kepada Allah SWT, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya, Hari Kiamat, Qada dan Qadar (baik buruknya) dari Allah SWT. Makna Iman adalah pembenaran secara pasti (tashdiq al-jazim) sesuai dengan kenyataan berdasarkan dalil. Jika pembenaran saja tanpa disertai dalil tidak digolongkan Iman, kerana tidak termasuk pembenaran yang pasti kecuali apabila bersumber dari dalil. Jika tidak disertai dalil maka tidak ada kepastian.
Jadi, kalau cuma pembenaran saja terhadap suatu berita tidak termasuk Iman. Berdasarkan hal ini pembenaran harus berdasarkan dalil agar menjadi bersifat pasti, atau agar tergolong Iman. Ini bererti adanya dalil terhadap segala sesuatu yang dituntut untuk diimani adalah suatu hal yang pasti agar pembenaran terhadap sesuatu tadi tergolong Iman. Maka adanya dalil merupakan syarat utama adanya keimanan, tanpa melihat lagi apakah hal itu sahih (benar) atau fasid (rosak).
Aqidah adalah bentuk jamak dari kata Aqaid, adalah beberapa perkara yang
wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi
keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Aqidah adalah
sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan
akal, wahyu (yang didengar) dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati,
dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.
Aqidah dalam Al-Qur’an dapat di jabarkan dalam surat (Al-Maidah, 5:15-16) yg
berbunyi “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab
yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang
benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”
“Dan agar orang-orang yg telah diberi ilmu meyakini bahwasannya Al-Qur’an
itulah yg hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya
dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yg beriman
kepada jalan yang lurus.” (Al-Haj 22:54)
Sumber artikel :
http://ms.wikipedia.org/wiki/Aqidah
http://fisika-uhamka.weebly.com/10/post/2011/04/pengertian-aqidah.html

